Libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan, Bali. Lonjakan ini didominasi oleh wisatawan domestik yang datang secara mandiri menggunakan kendaraan pribadi.
Peningkatan jumlah kunjungan mulai terlihat sejak Jumat (20/3), dengan total 2.922 wisatawan. Angka tersebut terus meningkat pada Sabtu (21/3) yang mencapai 4.321 orang. Jika dibandingkan dengan rata-rata kunjungan sebelumnya yang berkisar 1.400 orang per hari, lonjakan ini hampir mendekati 100 persen.
Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, menjelaskan bahwa tren kenaikan ini didorong momentum libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Ia menyebutkan, mayoritas pengunjung datang secara mandiri, sementara rombongan besar seperti bus pariwisata belum mendominasi.
“Lonjakan hampir mencapai dua kali lipat dari hari biasa, dan ini masih berpotensi terus meningkat,” ujarnya, Minggu (22/3).
Ia memprediksi puncak kunjungan belum terjadi. Dengan sisa masa libur yang masih cukup panjang, jumlah wisatawan diperkirakan terus bertambah hingga pertengahan pekan. Hari Rabu diperkirakan menjadi titik puncak arus kunjungan selama periode libur kali ini.
Meski terjadi peningkatan signifikan, pengelola memastikan kondisi di lapangan masih terkendali. Fasilitas yang tersedia, termasuk area parkir, dinilai masih mampu menampung lonjakan kendaraan. Hingga saat ini, belum ada penambahan personel maupun penerapan skema pengaturan khusus.
“Parkir masih mencukupi dan personel masih seperti biasa, belum ada perubahan signifikan,” tambahnya.
Untuk meningkatkan daya tarik wisata, pengelola juga menghadirkan hiburan seni berupa pertunjukan joget di panggung budaya kawasan Tanah Lot. Atraksi yang melibatkan penari lokal ini digelar setiap sore selama periode libur, menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya menyuguhkan panorama alam, tetapi juga kekayaan budaya Bali.
